Kecerdasan emosional (emotional quotient, disingkat EQ) ialah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap info akan suatu hubungan. Banyak yang meyakini bahwa EQ di pelajari dan tidak diturunkan mirip jenis kecerdasan lainnya. Kemampuan ini bekerjasama dengan efektifitas dan efisiensi kerja otak manusia.
Harus disadari betul bahwa EQ bekerjasama dengan tingkat kedewasaan yang ditentukan oleh banyak hal yang bekerjasama pribadi dengan kehidupan seseorang. Kemajuan kepribadian sangat dipengaruhi oleh perkembangan otak. Banyak penelitian dari dunia barat (salah satunya jurnal Cerebral Cortex) menyatakan bahwa telah terjadi pengurangan relasi antar sel dalam otak untuk membuatnya lebih efisien dan efektif dalam bekerja. Ini dapat diibaratkan ketika sebuah rangsangan diterima biasanya impuls syaraf mengalirkannya kesemua sel yang lain (keseluruh otak) akan tetapi setelah proses pendewasaan setiap rangsang yang di terima akan dikonsentrasikan ke bab tertentu saja. Penyusutan ini menawarkan bahwa orang cukup umur lebih efektif dan efisien dalam berpikir.
Perkembangan emosional setiap orang berbeda-beda. Ini tergantung dari pembawaan dan minat masing-masing. Kemajuan di bidang ini tidak bisa dipaksakan melainkan harus timbul dari dalam hati. Cara meningkatkan kecerdasan emosional tidak mudah melainkan membutuhkan proses dan waktu yang lama (bertahun-tahun). Berikut ini ialah faktor-faktor yang mensugesti dan meningkatkan kemampuan EQ yang dapat dilakukan dalam acara sehari-hari.
- Pengalaman indra. Manusia memiliki 5 indra dimana setiap indra mempunyai pengalaman sendiri-sendiri. Misalnya, Komunikasi (telinga), pengamatan, membaca (mata), membaui (hidung), mencicipi (kulit), dan mengecap (lidah). Indra yang sudah banyak mendapatkan rangsang (pengalaman) lebih peka dalam memberikan info penting ke otak.
- Pengalaman belajar. Baik sekolah formal maupun informal.
- Pengalaman bertanggungawab. Tanggungjawab yang diberikan kepada seseorang akan melatih otaknya untuk melaksanakan sesuatu yang kompleks dimana melibatkan beberapa indra dan acara tertentu.
- Pengalaman berlatih. Berlatih melaksanakan sesuatu secara berulang-ulang membuat otak mengkonsentrasikan rangsangan secara terus menerus ke bab tertentu saja. Sifat telaten dan rapih dihasilkan dari latihan secara berkelanjutan.
- Pengalaman mengabaikan. Banyak hal yang tidak penting yang merasuk dalam kehidupan kita lalu masuk kedalam otak. Sudah saatnya hal-hal mirip ini diabaikan semoga otak mencar ilmu untuk berkonsentrasi pada yang baik-baik saja.
- Pengalaman mengalihkan lalu berkonsentrasi. Terlalu melimpah apa yang bisa diserap oleh indra manusia. Jika semua yang masuk kita perhitungkan maka tidak sempat kita pikirkan semuanya oleh alasannya ialah itu setelah kita mengabaikan beberapa hal maka alihkanlah konsentrasi anda pada hal-hal yang lebih positif yang bukan keinginan. Misalnya saja membaca, menulis, memikirkan rencana kedepan, bekerja dan lain sebagainya.
- Berpikir. Berpikir ialah proses yang sangat diperlukan dalam keseharian kita. Tanpa pikiran kita sudah sama mirip hewan. Dalam proses berpikir inilah kita menimbang-nimbang, berusaha mengerti/ memahami sehingga kita selalu sadar soal siapa diri ini dan apa yang sedang kita lakukan.
- Bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain. Kebiasaan ini melatih kepiawaian kita ketika berbaur dengan orang-orang yang berbeda dan melatih pengendalian emosi dalam banyak sekali situasi.
- Pengalaman menghadapi masalah (gejolak sosial/ tekanan sosial). Masalah membantu kita memilah-milah mana hal yang penting dan tidak penting, apa yang harus dilakukan dan tidak harus dilakukan, sampai alhasil menemukan solusi.
- Menikmati semuanya. Nikmati semua proses dalam tahapan kehidupan anda. Baik suka, duka, tawa, canda, tangis dan gejolak rasa yang lainnya. Masing-masing memiliki tugas tersendiri untuk perkembangan emosional dalam diri sendiri. Menikmati yang dimaksudkan disini tidak jauh beda dengan "bersyukur" atas segala yang dialami hari lepas hari.
Kesemua cara di atas dapat ditemukan dalam kehidupan hari lepas hari. Masing-masing melibatkan acara fisik dan psikis. Kegiatan mirip inilah yang membantu efektifitas dan efisiensi otak dalam memproses dan mengolah sesuatu. Sekarang masalahnya ialah apa kita mau melakukannya dengan sepenuh hati, jujur, kerja keras, displin, terus menerus, rela berkorban dan tetap berjuang apapun kedala yang akan dihadapi. Lambat-laun tapi pasti, semuanya ini akan meningkatkan EQ anda!
Salam santun dan selamat berjuang!
Referensi : Faktor yang mensugesti kedewasaan

0 Komentar untuk "Ekslusif & Inspiratif 10 Cara meningkatkan EQ membutuhkan proses dan waktu - Meningkatkan efektifitas dan efisiensi otak"