Memuji anak yaitu kebiasaan yang lumrah bagi orang tua. Beberapa berpikir hanya sekedar membuat anaknya senang saja. Yang lain berpikir untuk menyemangati mereka. Pujian tidak pernah salah melainkan orang tualah yang menyalahgunakan frase ini dengan pemahamannya yang sempit. Sebaiknya berhati-hati ketika menggunakannya karena kalimat manis ini cenderung mendorong sikecil untuk menjadi candu dan ketergantungan terus.
Buah hati anda tidak butuh dipuji
Tidak sedikit orang renta yang salah kaprah. Ayah dan bunda berpikir bahwa kanak-kanak butuh bahkan harus dipuji semoga ia lebih semangat dalam menjalani harinya. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ortu mampu terus ada sisi anaknya untuk memuji dia? Jika kehidupan anak ditaburi lebih banyak kebanggaan niscaya ia kan merindukan hal tersebut dan apabila ia tidak mendapatkannya maka akan dicari di luar sana (lingkungan). Padahal kata-kata manis yang disampaikan oleh lingkungan belum tentu bertujuan baik.
Anak pada dasarnya tidak butuh dipuji. Orang tualah yang mengajari mereka "apa itu kebanggaan dan betapa manisnya itu!". Mereka lebih butuh perhatian daripada sekedar mengumbar kata-kata manis yang tidak terperinci ujung dan pangkalnya. Perhatian yang dimaksud yaitu dalam bentuk komunikasi bersama, melaksanakan kegiatan bersama, menikmati liburan gotong royong dimana kesemuanya ini membuat kekerabatan keduanya menjadi lebih bersahabat dan lebih erat.
Pujian yang berlebihan menyebabkan ketergantungan dan rasa enggan bersosialisasi
Ada kecenderungan ketika anak dipuji terus oleh orang tuanya maka mereka akan betah di rumah saja. Mereka enggan keluar karena mereka sudah puas dipuja-puja oleh ayah & bundanya padahal kalau saja buah hati kita mau ke luar rumah (berbaur dan bersosialisasi) niscaya mereka akan menemukan hal-hal baru, teman-teman dan pengalaman gres yang akan membentuk kepribadiannya. Anak yang enggan berbaur dengan sahabat sebayanya memiliki kecenderungan untuk bersikap sombong dan hirau tak hirau dengan lingkungan sekitar.
Cara yang kurang sempurna dalam memberi kebanggaan kepada sikecil
Berikut ini beberapa cara yang salah ketika memuji anak di rumah.- Memuji anak di depan umum. Ayah & bunda sadarilah bahwa kebiasaan ini akan membuat anak ketergantungan dan ingin terus disanjung di depan teman-temannya.
- Memuji anak yang menyelesaikan hal-hal kecil dimana itu merupakan kewajibannya. Misalnya : mampu berjalan, mampu pasang baju, dapat menggunakan sepatu, tampil kelihatan cantik, tampil kelihatan ganteng, tampil lebih berani/ PD dan lain sebagainya.
- Tidak memberi kebanggaan kepada anak ketika ia berprestasi. Ini akan mendorong mereka untuk lebih bersahabat dengan lingkungannya (yang memperhatikannya dan menghargainya) daripada dengan kedua ortunya.
- Memberi kebanggaan dengan cara itu-itu saja misalnya hanya lewat komunikasi. Buat Ayah & Bunda alangkab baiknya kalau memberi reward atas prestasi anak dengan cara/ teknik yang variatif. Misalnya dengan menunjukkan hadiah, jalan-jalan keluar kota, berwisata, makan di luar dan lain sebagainya.
- Orang renta jangan terlalu lebay dan boros memberi pujian. Jika ini sudah dilakukan sekali maka jangan diulang-ulang atau melaksanakan banyak teknik memuji untuk menyenangkan buah hatinya.
- Terlalu memaksakan diri untuk memuji anak yang tidak berprestasi. Hal-hal yang tidak pentingpun (biasa saja) turut disanjung oleh ortunya. Sadarilah kalau hal sepele saja dibangga-banggakan oleh ortu niscaya ini akan melatih mental mereka untuk menjadi anak manja gres semangat melaksanakan sesuatu (hal kecil) kalau terus dipuja.
- Pada balasannya kebanggaan yang terlalu dini diwaktu kecil akan mereka rindukan ketika orang tuanya berhenti melaksanakan hal tersebut (karena kesibukan, jauh dari anak atau sudah berpulang). Padahal buah hati kita harus terus melanjutkan hidupnya kemudian mereka mencari kebanggaan diluar sana dengan :
- Melakukan perbuatan menyimpang
- Membentuk geng yang suka mengakibatkan keributan di masyarakat
- Mencari pacar sebagai alternatif yang selalu memujanya setiap saat
Saya tegaskan sekali lagi bahwa bekerjsama anak kita tidak butuh dipuji oleh kedua orang tuanya melainkan mereka butuh diperhatikan. Perhatian itu utamanya dalam hal komunikasi yang terbuka dan lancar, melaksanakan kegiatan bersama, melaksanakan hal-hal yang menyakitkan (dimarahi di jewer) dan juga menyenangkan bersama. Lebih baik menunjukkan perhatian yang wajar kepada anak daripada mengumbar kata-kata manis yang terlalu dini/ terlalu lebay yang beresiko membuat anak menjadi sombong dan candu.
Batasi kebanggaan pada anak & Salam keluarga Indonesia
rujukan : Cara yang benar memuji anak

0 Komentar untuk "Ekslusif & Inspiratif 7 Cara yang salah memuji anak - Sebaiknya batasi memberi kebanggaan di rumah"