Ekslusif & Inspiratif 8 Cara Membuat Kopi Enak, Nikmat & Praktis - Mengapa Bapak (suami) Lebih Suka Ngopi Di Warung Ketimbang Di Rumah


Kopi yakni minuman keruh yang memikat rasa di telinga, kulit, mata, hidung dan jadinya di lidah. Mengapa demikian? Sebab dikala menikmati secangkir saja maka rangkaian peristiwa akan terjadi dalam diri kita yang melibatkan rasa pada ke lima indra, yakni sebagai berikut.
  • Telinga : Istri anda/ pelayan toko mengatakan dengan lembut dan merdu "Silahkan pak..."
  • Mata : Pesonanya yang hitam pekat kecoklatan memberi kesan elegan dan membuat mata terpana memandangnya.
  • Hidung : Aromanya yang khas memikat melembutkan penciuman dan turut meringankan pikiran yang terbeban.
  • Kulit : Saat pertama memegang cangkirnya maka kehangatan itu membawa sensasi rasa hangat nan sejuk menyentuk permukaan jemari dan bibir anda.
  • Lidah : Kenikmatan yang khas dan spesial membuat pengecap terkesima dari ujung ke pangkalnya, bergetar mengekspresikan rasa pahit nikmat yang membuat pengecap luluh tak berdaya hingga mata tetap melek semalaman.
Setiap orang membuat kopi dengan teknik yang berbeda-beda. Terlebih lagi seorang barista di kedai khusus memiliki teknik tersendiri yang unik dan khas selama pembuatan dan penyajiannya. Saat banyak pelanggan yang datang di toko anda hanya sekedar menikmati minuman legendaris dan salah satu yang tertua di dunia yakni kopi. Maka bisa dikatakan bahwa kehadiran mereka ditempat itu semata-mata bukan demi rasa di pengecap saja melainkan lebih kepada hal-hal lain yang anda sajikan/ pertontonkan pada keempat indra lainnya

Sebagian besar orang mungkin bertanya-tanya, mengapa dikala kita hendak membeli kopi di pasar/ pajak, ada yang disebut dengan kopi nomor 1, nomor 2, nomor 3 dan seterusnya. Pada dasarnya, ini hanya duduk perkara teknik penjualan/ pemasaran saja. Setiap perbedaan itu dipengaruhi oleh waktu kedatangan barang, materi yang lebih duluan datang (lama di toko) akan dijual lebih murah biar lebih cepat laku. Lebih daripada itu memang ada sesuatu materi dapur yang ditambahkan sedikit saja kedalamnya biar rasanya lebih nikmat dan gurih.

Mungkin ibu juga sering bertanya-tanya di rumah, "mengapa ayah lebih suka ngopi di warung sebelah daripada di rumah sendiri?". Ini yakni pertanyaan yang menarik dan sangat menggiurkan untuk dijawab. Bisa jadi pikiran mengarah kemana-mana, mungkin saja teman-temannya ngumpul disitu atau bisa juga, jangan-jangan si bapak mulai mulai cari-cari mangsa yang lain nich... :D Sebaiknya tinggalkan prasangka buruk tapi ambillah yang baiknya dan salah satunya mungkin sebab kopi yang di buat di warung jauh lebih nikmat dari pada yang di rumah. Oleh sebab itu, rajinlah koreksi diri teman.

Jadi, ibu mau tau mengapa kopi yang dibuat di warung nikmatnya lebih khas terasa di pengecap dibandingkan dengan buatan sendiri? Ini tolong-menolong diam-diam keluarga yang sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Sebab materi penikmat itu sudah ada secara default di dalam setiap rumah keluarga di seluruh Indonesia. Selama rumah anda memiliki dapur maka selama itu pula materi alami ini terdapat di sana.

Cara alami dan praktis untuk membuat kopi yang nikmat enak

Sesungguhnya cukup mudah untuk melakukannya, hanya butuh beberapa materi aksesori makanan dan minuman yang sudah tersedia di dapur dalam rumah anda. Berikut ini beberapa tips praktis dan alami untuk membuat minuman yang hitam pekat ini menjadi lebih nikmat di pengecap hingga ke hati. 
  1. Bubuk kopi yang digunakan. Ini tolong-menolong tergantung budget dan selera saja. Salah satu perbedaan antara banyak sekali jenis yang tersedia di pasaran terletak pada aroma yang ditimbulkannya. Pilihlah materi yang cocok menurut aroma pada hidung atau yang cocok menurut anggaran yang sudah dipersiapkan di awal bulan.
  2. Suhu air panas yang digunakan. Pakailah air yang terlebih dahulu di masak atau air dalam termos atau bisa juga menggunakan air yang dipanaskan dengan dispenser komersial. Rata-rata suhu disana berada pada kisaran 90 - 95 derajat celcius dan inilah suhu yang ideal untuk pembuatan kopi. Sebenarnya untuk pembuatan rumahan, duduk perkara suhu ini tidak begitu diperhatikan terkecuali anda mengunjungi cafe-cafe yang secara formal menyajikan minuman menurut aturan umum yang biasa berlaku.
  3. Perbendingan debu kopi dan gula. Biasanya perbandingan yang digunakan yakni 1:2 atau bisa juga 2:3 artinya, dalam satu sendok kopi ditambahkan dua sendok gula atau bisa juga dalam 1 sendok kopi di tambahkan 1,5 sendok gula. Semuanya ini tergantung selera masing-masing mau yang lebih manis (1:2) atau mau yang sedang-sedang saja (2:3).
  4. Penikmat absurd yang digunakan. Tahukah anda mengapa ada kopi kualitas nomor 1, 2 dan 3 dipasaran? Salah satunya sebab dalam materi kualitas tertinggi di tambahkan sejumlah kecil mineral absurd untuk menambah enak, gurih dan nikmatnya. Bisa jadi juga, ayah lebih suka ngopi di warung sebab penikmat absurd ini. Sebab materi aksesori makanan ini sangat mensugesti rasa pada setiap gelas dan piring yang anda sajikan di atas meja. Tambahkan mineral absurd ini sedikit saja, kalau terlalu banyak nanti keasinan. Pada dasarnya penggunaan garam yang ideal berada pada kadar 0,9% - 1% dari jumlah total sajian. Baca juga, Faktor yang menentukan kualitas suatu produk
  5. Muk (cangkir) yang digunakan. Gunakanlah cangkir yang sedang-sedang saja, biasanya bervolume 150 mL atau 200 mL saja. Ingatlah bahwa meminum kopi terlalu sering tidak baik bagi kesehatan anda. Batas jumlah yang anda butuhkan setiap hari berada pada takaran 3 gelas. Mengkonsumsinya lebih dari itu dapat mengakibatkan gejala insomnia (tidak bisa tidur di siang maupun di malam harinya).
    Apabila semakin besar bobot jumlah yang anda sajikan maka penambahan gula maupun debu kopinya juga harus ditingkatkan, yang penting yakni perbandingannya berada pada kisaran (1:2 atau bisa juga 2:3 tergantung selera). 
  6. Proses mengaduk. Setiap orang memiliki tekniknya sendiri-sendiri. Saat seorang barista di cafe melakukannya dengan arah putaran berbentuk W, itu secara formalnya. Bila anda menyajikannya di rumah maka gunakanlah teknik yang biasa dilakukan dikala mengaduk minuman sehari-hari. Ini soal perbedaan cara mengaduk saja tidak akan mensugesti rasa melainkan lebih kepada adat formal di tempat-tempat mewah dan elegan. 
  7. Saat penyajian ke depan. Bila semua urusan di dapur sudah selesai maka saatnya menyajikannya ke depan, baik itu kepada tamu maupun kepada anggota keluarga lainnya.
    Ada baiknya kalau disajikan memakai bantalan baik menggunakan bantalan dari piring maupun dari talam (untuk penyajian dalam jumlah banyak).
    Gunakan penutup muk/ cangkir jikalau tidak pribadi di konsumsi oleh orangnya tetapi untuk sajian yang dikonsumsi segera tidak perlu di tambahkan penutup.
  8. Bila dipanaskan. Untuk penyajian dalam waktu yang lama, biasanya pada program tertentu dimana waktu kedatangan tamu tidak menentu atau dalam penyajian di rumah makan dan kedai maka materi kopi yang sudah dilarutkan di dalam air dapat selalu dipanaskan. Hanya saja jangan hingga mendidih melainkan hingga airnya bergelembung/ berbusa. 
Pernahkah anda merasakan kopi di Starbucks? Memang banyak materi yang ditambahkan untuk memberi rasa pada minuman yang disajikan. Tetapi salah satu komponen yang pentng dalam penyajian kopi yang hangat, nikmat dan enak yakni garam. Untuk lebih meningkatkan sensasi rasa yang dihasilkan maka silahkan menambahkan beberapa materi lainnya, misalnya susu, kreamer dan lain-lain. 

Penikmat kopi sejati bukanlah orang yang suka memilih-milih bahan, menentukan kualitas, memastikan campuran dan cara penyajian yang dilakukan. Melainkan dikala anda bisa menikmati sajian si hitam manis dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun kondisinya - inilah yang membuatmu menjadi seorang penikmat sejati. Untuk penyajian yang lebih elegan dan berkelas (sesuai aturan umum penyajian) maka silahkan kunjungi rumah-rumah makan (restoran) dan cafe ternama yang ada dalam kota di sekitar daerah tinggal anda. Simak juga, Cara membuat minuman yang enak dan nikmat

Salam penikmat kopi sejati!
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Ekslusif & Inspiratif 8 Cara Membuat Kopi Enak, Nikmat & Praktis - Mengapa Bapak (suami) Lebih Suka Ngopi Di Warung Ketimbang Di Rumah"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top