Pemadaman listrik pasti sudah pernah dialami oleh siapapun ia di seantero negeri, Indonesia. Ini mungkin tidak menjadi duduk perkara besar ketika terjadi di siang hari. Tapi dampaknya sangat terasa ketika terjadi di malam hari. Kejadian kurang menyenangkan ini terkadang tidak mampu dimengerti namun kadang juga memancing emosi apalagi kalau terjadi terus-menerus istilah kerennya yaitu pemadaman bergilir dari PLN yang sudah di informasikan sebelumnya. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan segala sesuatu apabila hari ibarat ini tiba tidak terkejud mendadak.
Pertama-tama yaitu kesiapan hati, anggap saja bahwa pemadaman listrik yaitu kejadian yang biasa. Persiapkan segala yang diharapkan ketika itu tiba, ibarat korek api/ mancis, senter, lampu yang dayanya mampu diisi ulang (Rechargerable lamp), genset (jika ada), minyak tanah/ bensin. Termpatkan semua barang-barang ini pada lokasi yang mudah dilihat, tidak mudah terbakar dan jauh dari jangkauan anak-anak. Persiapan yang matang tidak hingga mengecewakan ketika hal itu terjadi, emosi juga lebih redam alasannya yaitu terangnya lampu terwakilkan oleh cahaya lain.
Sebenarnya segala sesuatu yang terjadi di dunia ini bagai pedang bermata dua, ada sisi baik dan buruk ketika lampu padam dilingkungan anda. Mati listrik itu tidak buruk, Berikut manfaat/ keuntungan dibalik pemadaman lampu bagi kehidupan kita.
- Saatnya istrahat full time. Malam yang terperinci biasanya dihabiskan dengan kesibukan yang bekerjasama dengan pekerjaan dan hobi tapi malam ini lebih baik tiduran aja di atas kasur sambil menikmati keheningan malam.
- Keributan dan kebisingan seolah lenyap ditelan bumi. Biasanya orang-orang dirumah suka nonton tv terlebih kalau acaranya asyik ibarat telenovela dari India dan Turki. Teriakan yang menggelegar dan cengas-cengis yang cukup mengganggu itu tidak ada lagi. Walau sudah beradaptasi dengan keadaan ini namun tetap saja pendengaran ini lebih nyaman rasanya.
- Gejolak sosial telah mengundurkan diri. Tidak ada lagi rebutan channel Televisi. Sepinya malam ternyata berdampak pada gejolak sosial yang biasanya terjadi seolah telah kehilangan semangat untuk saling bertemu.
- Lebih fokus belajar. Adik dirumah lebih betah berlama-lama didepan bukunya. Tidak ibarat biasanya dimana kadang perhatian mereka tersita ketika klimaks sinetron di TV lagi hot.
- Lebih banyak waktu untuk bercengkrama dengan anggota keluarga. Kalau bisanya cengkramanya hanya soal-soal yang bekerjasama dengan kotak gila namun dengan padamnya lampu pendekatannya menjadi lebih dalam lagi. Komunikasi dan kedekatan berjalan beriringan ketika larut malam tiba.
- Ada kesempatan juga untuk bercengkrama dengan tetangga. Sepertinya malam ini terasa dingin kalau tidak diisi dengan komunikasi yang biasanya hangat. Daripada terbuang sia-sia mendingan cari tahu kabar informasi terbaru dari tetangga sekalian juga gosip-gosip yang lagi hot di lingkungan kita. 😀
- Lebih menghargai waktu dan lebih menghargai orang lain. Kadang kita menganggap PLN itu tidak ada. Mungkin sangking sibuknya ativitas sehari-hari. Moment ini mengajarkan kita untuk tidak macam-macam dikantor dan lebih menghargai waktu. Ternyata PLN itu juga penting ya teman…. k’k’k’k
- Lebih banyak waktu untuk merenung dan koreksi diri. Saat kesepian bersatupadu dengan keheningan, hanya celoteh hewan malam yang terdengar nyaring di pendengaran ini. Sejenak kembali kebelakang sambil mengoreksi setiap detik yang telah berlalu, mungkin ada silaf dan dosa yang perlu diperbaiki esok hari.
Mulailah berpikiran positif mulai dari sekarang sobat supaya kehidupan kita lebih hening dan nyaman rasanya sekalipun diperhadapkan dengan situasi yang rumit.
Salam pedoman terbuka

0 Komentar untuk "Ekslusif & Inspiratif 8 Sisi konkret pemadaman lampu secara bergilir oleh PLN - pemadaman listrik itu tidak buruk"